Pemasangan AC Split Wall Di Gedung
Biasanya AC Split wall mounted jarang di pakai untuk gedung-gedung,
kebanyakan sudah menggunakan AC central seperti VRF/VRV atau
Chiller/Cooling Tower. Tetapi ada juga gedung-gedung yang masih
membutuhkannya, tergantung dari design dan pemanfaatan gedung tersebut
untuk apa. Contoh seperti hotel, apartemen, office dan mall.
- AC Split Wall
- Kelebihan AC Split wall mounted;
- Kekurangan AC Split wall mounted;
- 1. Kontrak / Bill of Quantity
- 2. Drawing For Contractor
- 3. Pekerja
- 4. Material
- 5. Site Office& Gudang
- 6. Approval & Permit Work
- 7. Pelaksanaan & Pemasangan
- 8. Check List
- 9. Progress
- 10. Berita Acara
- 11. Serah Terima
- 12. Maintenance & Service
AC Split Wall
AC Split wall mounted adalah type AC yang diperuntukkan untuk ruangan
yang tidak terlalu luas dan pemasangan indoornya pada area dinding
dalam dan outdoornya pada dinding luar ruangan. Kapasitasnya ada yang
1/2 Pk sampai dan 4 PK tergantung dari Merk.
Kelebihan AC Split wall mounted;
1. Kapasitasnya ada yang kecil.
2. Daya
listrik rendah.
3. Mudah
pemasangan, perawatan dan service.
4. Spare part
mudah di dapat.
5. Harga
terjangkau.
Kekurangan AC Split wall mounted;
1. Kapasitas
di atas 6 PK tidak tersedia.
2. Hanya untuk
type wall (dinding).
3. Jarak
indoor dengan outdoor terbatas.
Kantor Saya pernah mendapatkan proyek pemasangan AC split wall maounted
dengan jumlah puluhan unit yang di peruntukkan untuk Gedung Gereja 5
lantai di daerah Jakarta barat. Disini saya akan membagi informasi dari
persiapan awal sampai akhir proyek khususnya cara pemasangan AC Split
Wall dengan segala pengetahuan saya dalam proyek tersebut, segala
kelabihan dan kekurangannya harap dimaklumi dan bila sahabat ingin
berdiskusi, berbagi, kritik dan saran akan saya terima melalui kolom
komentar.
Walaupun sudah banyak yang mengerti cara pasang AC Split Wall Mounted
ini, tetapi untuk kontrak pemasangan di proyek besar dan dengan jumlah
unit yang banyak, haruslah memperhatikan Item-item di bawah ini :
1. Kontrak / Bill of Quantity
Sebelum kita Kick Off Meeting dan mulai pekerjaan di site, alangkah
pentingnya kita memahami isi kontrak perusahaan kita dengan pemilik
proyek atau owner. Karena kontrak adalah perjanjian yang di sepakati
bersama dan berisi nilai, harga, spesifikasi, material, schedule, dan sebagainya yang tertuang dalam dokumen kontrak tersebut. Dalam kontrak pengadaan
dan pemasangan AC Splitwall ada beberapa equipment yang akan di instal
:
1. Matrial
Support.
2. Unit AC
wall mounted.
3. Pipa
Refrigrant.
4. Pipa
PVC.
5. Isolasi.
6. Kabel
Control dan power.
7. Panel.
2. Drawing For Contractor
Dalam melakukan pemasangan unit AC, kontraktor harus memahami Gambar
perencanaan untuk acuan gambar kerja di lapangan. Di dalam gambar ada
beberapa bagian, yakni :
1. Schematik : Gambar dari urutan unit secara bersusun yang menjelaskan
alur dari rangkaian sistem ac.
2. Schedule : Gambar legend atau gambar spesifikasi unit yang akan di
pasang, biasanya ada pengkodean unit, type unit, konsumsi power,
dsb.
3. Layout : Gambar denah lantai / area unit yang akan di pasang
4. Gambar Detail : Gambar riancian dari equipment yang akan
dipasang
Pahami Gambar kerja dan survei ke lapangan, cocokan dan ukur setiap
keterangan yang ada dalam gambar.
3. Pekerja
Gunakanlah Pekerja 40 % Helper, 30% Semi skill dan 30% Skill, untuk
menjaga kualitas dan kuantitas pekerjaan. Estimasi kan upah sampai
proyek selesai di tambah pengeluaran lain-lain yang berhubungan dengan
pekerja. Dalam pekerjan HVAC, pekerja yang di butuhkan adalah :
1. Teknisi AC, paham cara kerja AC, ini kita gunakan untuk pekerjaan
unit dan pipa refrigrantnya.
2. Tukang Plumbing, ini kita gunakan untuk pekerjaan pipa drain
3. Tukang Pengalaman, minimal bisa menggunakan tool kerja seperti
gerinda, bor, las listrik dsb.
4. Helper, pekerja yang tidak masuk di 3 kriteria diatas, ini kita
gunakan untuk pekerjaan kasar atau untuk bantu-bantu ke 3 orang di
atas.
4. Material
Persiapkan material ketika Down Payment sudah di bayarkan, segeralah
buat permintaan material yang dibutuhkan ke logistik pusat, dan buat
schedule material onsite dan scedule pemasangan material sesuai
perizinannya atau approval matrial.
Adapun Material yang dibutuhkan dalam pemasangan AC Split Wall Mounted(
kita bisa tahu material yang di gunakan bisa di lihat dari dokumen
kontrak ), Saya akan list berdasarkan kebutuhan yang pertama akan di
gunakan di site;
1. Support
Unit dan instalasi pendukungnya.
2. Unit AC
Split Wall Mounted.
3. Pemipaan
refrigrant.
4. Pemipaan
drain.
5. Kabel
control unit.
6. Kabel power
unit.
7. Panel
power.
5. Site Office& Gudang
Pada saat Kick Off Meeting, bahas dan tanyalah kepada pihak owner atau
Manajemen Konstruksi di mana posisi Site office / gudang Site milik
kita, bila mereka hanya menyediakan lahan nya saja, maka ajukan lah buat
pembangunan site office/gudang site, bisa berupa bangunan semi
permanen.Rancanglah Gudang Site sesuai kebutuhan dengan ketersediaan
lahan, dan usahakan matrial dan unit yang kita miliki di simpan dalam
gudang, cari tahu dimensi material yang paling besar dan panjang,
jadikan patokan untuk ukuran gudang.
6. Approval & Permit Work
Uruslah Semua dokumen yang berhubungan dengan pekerjaan nanti, buatlah
target penyelesaiannya karena berpengaruh dengan schedule dan kelancaran
proyek. Ada beberapa approval yang harus kita kerjakan, diantaranya
:
1. Approval
Material, Mintalah tanda tangan yang berwenang misal Konsultan dan
MK.
2. Approval
Gambar, Mintalah tanda tangan yang berwenang misal Konsultan dan
MK.
3. Approval
SOP (Standar Operational Prosedure). Mintalah tanda tangan yang
berwenang misal MK dan HSE.
Permit Work atau izin kerja banyak ragamnya tergantung kebijakan proyek
nya, contoh :
1. Permit Work
day : Perizinan yang di buat harian.
2. Permit Area
: Perizinan yang di buat di area tertentu
3. Permit
Drawing : Perizinan yang di buat berdasarkan gambar kerja
4. Permit All
: Perizinan yang di buat sudah mewakili semua dari 3 poin di atas.
7. Pelaksanaan & Pemasangan
Dalam pelaksanaan, harus sesuai gambar kerja dan SOP arahkan para
pekerja agar mematuhi dan memahaminya.Okey, Kita mulai dengan :
a) Pemipaan Refrigrant
1. Pasang
Support Untuk Pemipaan refrigrant sesuai ukuran di drawing
2. Isolasi
pipa refrigrant
Perhatikan :Dinding untuk gedung biasanya terbuat dari susunan holow alumunium, rockwoll dan gypsum, pasang lah pipa refrigrant di celah antara holow dinding dalam dengan luar yang nantinya akan di isi dengan rockwoll, mintalah ke tukang pemasangan partisi untuk menyediakan space untuk pipa ac kita.Jalur pipa ac adanya di atas plafon lalu turun ke bawah melalui dalam dinding, perhatikan baik-baik isolasinya jangan sampai ada yag terbuka dan sobek. Karena akan berakibat kondensasi dan berdampak tetesan air.Bila dinding terpasang adalah Bata atau hebel, perhatikan kapan tukang sipil siap memasang bata/hebel, jadi sebelum plester dan aci, pipa refrigrant, drain dan kabel sudah harus terpasang. Biasanya harus dilakukan pembobokan/ chipping untuk jalur pipa nya. Untuk drain yang menuju ke lantai bawah, buatlah lubang tembus lantai ( corring ), ini bisa dilakukan lebih awal sebelum dinding di buat, dengan syarat buat pipa sparingan.Panjang pipa harus melihat dari spesifikasi unit, lihatlah kemampuan kompressor dan batas panjang pipa ac maksimal, bila panjang melebihi kemampuan unit, maka carilah solusi untuk penempatan indoor outdoornya yang sesuai. Bila ini di abaikan maka akan pengaruh terhadap kinerja dan usia unit AC.Bila terpaksa ada penyambungan antar pipa dilakukan pengelasan karena melihat kondisi dan situasi dilapangannya, haruslah di uji tekan kebocoran selama 1x2 jam.
Setelah semua OK, baru di lakukan penyambungan dengan unit indoor dan
outdoor, dan lakukan test kebocoran ke-2 selama 1 x 24 jam, dengan
menekan dari valve outdoor, sebelumnya wajib di flashing jalur pipa
nya.
3. Setelah
test tekan maka selanjutnya adalah test vakum pipa selama 1x24
jam.
4. Setelah
lolos dari test vakum, langkah berikutnya adalah pengisian freon /
refrigrant. Perhatikan kode freon dalam name plate unit. Jangan sampai
salah, dan isilah setengah dari tekanan kerja unit ac.
Sepengetahuan saya, bila ada freon bawaan dari unit, lebih baik setelah
vakum buka valve di outdoor saja, nanti setelah Start Up dan
Commitioning baru di isi kembali sesuai tekanan kerja unit ac.
b) Pemipaan Drain
1. Pasang
Support Untuk Pemipaan drain sesuai ukuran di drawing
Usahakan pada design pemipaan drain menggunakan sistem gelontor /
gravitasi dengan memasang pipa drain di bawah unit, karena lebih
effisien dan hemat. Sistem ini bisa untuk unit2 ac di lantai ke 2, pipa
drainnya turun ke lantai dasar dan di buang ke shaff gedung atau luar
gedung menuju drainase. Untuk unit di lantai dasar bisa saja juga
seperti itu tetapi harus chipping lantai atau bila memang tidak
memungkinkan bisa menggunakan Drain Pump.
2. Isolasi
pipa drain sesuai standar nya
3. Pasang /
naikkan main Pipa drain sesuai posisi di drawing, untuk penyambungan
antar pipa dilakukan pengeleman diatas setelah selesai di setting
ketinggian dan jalurnya.
4. Setelah
semua pipa drain terhubung dan menuju ke pembuangan akhir, maka jalur
pipa drain bisa di test gelontor, ini menunjukkan bahwa air dapat
mengalir ke pembuangan akhir.
c) Kabel Power dan Kabel Control
1. Untuk kabel
power dan kabel control unit ac Split Wall lebih baik pelajari dahulu di
single line atau wiring nya.
2. Lihat jenis
dan type kabel power dan controlnya sesuai dengan data sheet unit.
3. Penarikan
kabel indoor ke outdoor (Control / Komunikasi) bisa bersamaan dengan
pipa refrigrant, lebih bagus lagi di masukkan kedalam conduit.
Perhatikan :Ada Power yang di koneksi dengan outdoor dan ada juga yang dikoneksi dengan indoor, sebelum menarik kabel power dari panel ke unit lebih baik di buka dahulu Box terminasinya baik indoor atau outdoor baca petunjuk dalam buku manual pemasangan.
4. Penarikan
kabel dan control ke arah panel sebaiknya menggunakan tray / kabel
duct.
5. Setelah
pemasangan kabel, kabel di continuity dan di merger.
6. Kabel di
kasih name tag addres berdasarkan penamaan unit masing-masing ( cek
drawing )
7. Terminasi
sebaiknya menggunakan skun sesuai ukuran kabel.
8. Sebelum
energize / start up unit, check Grounding, Phase dan Netralnya.
d) Panel Power
1. Letakkan
panel sesuai posisi gambar yang di approve
2. Terminasi
panel dengan kabel power / control dilihat dari single line diagram
panel dan schedule panel.
3. Name tag
semua addres kabel.
4. Name tag
panel sesuai drawing.
5. Sebelum
Energize, check konekan di terminal mcb, busbar, incoming, grounding,
phase dan netralnya.
e) Unit
AC
1. Mapping
area pemasangan indoor sesuai konekan dengan ducting dan sesuai
drawing.
2. Mapping
area pemasangan outdoor sesuai drawing
3. Pasang
support sesuai dengan standar dan spesifikasi unit.
4. Check name
plate unit bila ada tindakan khusus dalam pemasangan.
5. Terminasi
kabel dan control harus sesuai standar dan estetika.
6. Perhatikan
elevasi dan sloove drain tersebut ( Cek saat tes gelontor ).
f) Termination & Connection
1. Cek Single
Line Diagram di drawing
2. Cek
schematik dan schedule unit
3. Di anjurkan
terminasi menggunakan skun sesuai type dan ukuran kabel.
4. Sebelum
Energize, check konekan di terminal mcb, busbar, incoming, grounding,
phase dan netralnya.
g) Startup Unit
1. Sebelum
Energize, check konekan di terminal mcb, busbar, incoming, grounding,
phase dan netralnya.
2. Cek Single
Line Diagram di drawing
3. Cek
schematik dan schedule unit
4. Ikut
Prosedur dalam manual book untuk startup unit
h) Test & Commitioning
Pada saat Test & Commitioning ada beberapa parameter pengukuran
yang harus di jalanin.
1. Tekanan
kerja pipa ac
2. Pengukuran
suhu
3. Pengukuran
laju aliran udara
4. Voltage dan
Current Unit AC
5. Sistem
Control.
8. Check List
Setelah Semua Sistem hidup dan berjalan normal, kita harus melakukan
checklist dengan MK, Konsultan, Quality Suvoyer atau dengan Owner untuk
memastikan pekerjaan kita sudah selesai sesuai kontrak, dan dalam check
list ini kemungkinan akan keluar defect list.
9. Progress
Dalam setiap kemajuan pekerjaan kita diwajibkan membuat laporan
progress perkembangan lapangan, biasanya bobot / persentase di atur
dalam kontrak berapa tahap pengajuan progress pekerjaan, contoh
:
1. Progress
penyelesaian persiapan pekerjaan, dimana ada penyelesaian pembuatan site
office, Pengukuran, pemasangan support, dan Fabrikasi Matrial
pendukung.
2. Progress
material on site, biasanya yang di hitung adalah material utama seperti
unit kabel, ac, dan panel.
3. Progress
Test & Commitioning
4. Progress
Berita Acara, biasannya bobot sudah akumulasi di 95% bersamaan
penandatanganan Berita acara serah terima pertama ( BAST 1 ).
5. Progress
Retensi, setelah masa garansi berakhir dan tidak ada defect list dalam
masa garansi.
10. Berita Acara
Dari awal pekerjaan sampa akhir haruslah di buatkan Berita Acara pada
semua aktifitas yang akan di jadikan lampiran dokumen Serah Terima,
contoh :
1. Berita
acara pengetesan Instalasi.
2. Berita
acara Material On site
3. Berita
Acara Site Instruktion.
4. Berita
Acara Start up
5. Berita
Acara Pengukuran
6. Berita
acara defect list
7. Berita
acara serah terima.
11. Serah Terima
Ketika semua pekerjaan sudah selesai dari sisi kontrak, maka kita
haruslah memastikan sistem berjalan sempurna sesuai yang harapkan owner,
maka kita dapat meninggalkan proyek tersebut dengan jaminan / garansi
sesuai kontrak. Hal-hal yang berkaitan dengan operational sistem
tersebut haruslah di serah terimakan ke owner.
12. Maintenance & Service
Bila kontrak menyebutkan maintenance dan service di berikan kepada
kontraktor maka secara periode dapat di buatkan schedule maintenace dan
servie nya mengacu pada Manual book Unit.
comment 0 komentar
more_vert